Laman

Saturday, June 13, 2009

Satu Kata tentang Indonesia

Seorang bapak dan anak sedang membicarakan tentang sebuah negeri yang mereka tinggali. Indonesia, sebuah negeri yang dianugerahi Sang Maha Segala dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Berikut penggalan pembicaraan mereka..

Bapak : "Sekarang duduk yang baik, punggung tegak, konsentrasi, serius le! Konsentrasi! Cobalah pandanglah Indonesiamu itu tepat di pusat mata jiwamu. Kemudian pilih satu kata. Ucapkan!"

Anak : "Al..ham..dulillah...!"

Bapak : "Yang jujur kepada dirimu sendiri lho?!" (Sang bapak yakin anaknya tidak jujur)

Bapak : "Pandang itu jutaan petani, jutaan buruh, orang-orang di jalanan-jalanan kota, di pelosok-pelosok desa!"

Anak : "Subhanallah"

Bapak : "Kamu terlalu menahan diri, le! (Sang Bapak yakin lagi bahwa anaknya sedang menutupi sesuatu)

Bapak : "Tataplah air muka para pemimpin, pandanglah ekspresi wajah para pejabat dan wakil rakyat dan hitung berapa yang hatimu bisa percaya dan berapa yang tidak..."

Anak : "Astaghfirullah..."

Bapak : "Jangan ditutup-tutupi...!!"

Anak : "As.. taghfirullah...."

Bapak : "Teruskan hatimu, telanjangkan perasaanmu..." (Berharap anaknya jujur)

Anak : "Laa Ilaaha Ilallahhh...."

Bapak : "Terus le ungkapkan apa adanya...!!"

Anak : "Allahu Akbar.... As... taghfirullah..."

Bapak : "Terus le ungkapkan apa adanya. Sekali lagi pandang Indonesiamu, tumpahkan, hujan deraskan perasaanmu... Jebol air bah perasaanmu, le.. Tatap lagi Indonesiamu... Ledakkan, le...!!"

Anak : "As... As.... Assuuuuuu Asuuuu... Asuuuu!!!!!"


* Kutipan dari pagelaran musik dan puisi oleh Emha Ainun Najib dengan judul Presiden Balkadaba.

No comments:

Post a Comment