Laman

Wednesday, January 20, 2010

Menyambut Presiden

Euforia masyarakat dalam menyambut Presiden tampaknya bukan lagi barang baru... Apakah anda masih teringat waktu jaman pak Harto dulu? Bagaimana penyambutan yang 'diberikan' pada orang nomor satu di Indonesia? Hmm.. Kalau pak Harto mengunjungi kota, kita pasti akan disuruh baris di pinggir jalan sambil membawa replika bendera kecil merah putih di tangan. Hihihi.....

Berdiri di pinggir jalan dengan menunggu Presiden yang tidak kunjung datang. Matahari menempa tubuh dan membakar kulit seakan tak dirasakan ribuan orang yang memadati pinggir jalan sambil terus melambaikan bendera, meski yang ditunggu tak jua datang. Ya! Biasanya jalan disterilkan 3 jam sebelum Presiden lewat. Selama itulah proses penantian dalam penyambutan Presiden kita... Hihihi... Sabar...

Hm... Dan tiba-tiba ada serombongan mobil polisi dengan sirine dan lampu menyala, lengkap dengan paspampres memimpin rombongan mobil pejabat, presiden dan menteri di belakang. Werrrr... Rombongan itu melintas dengan kecepatan tinggi, dan kaca tertutup rapat.... Mustahil bagi mereka yang sangat menantikan momen langka untuk 'melihat' secara langsung kepala pemerintahan negeri ini...

Efek yang ditimbulkan dari aktivitas seperti ini beragam. Tiba-tiba jalan menjadi mulus, karena ada orang spesial yang mau lewat... Sebagian jalur jalan ditutup menyebabkan kemacetan yang pada akhirnya bisa menyusahkan rakyat yang hendak beraktivitas. Anda tentunya masih ingat bagaimana sebalnya warga Bogor ketika Bush hendak melewati daerah tersebut... Udah kaya si Komo aja dia tuh...

Ah, kebetulan hari Senin kemarin Pak Presiden SBY melaksanakan kunjungan kerja ke Jawa Timur, di Madiun Ngawi dan sekitarnya selama beberapa hari. Jalan raya Madiun-Caruban yang dilewati oleh iring-iringan mobil kepresidenan menuju waduk bening Widas, Caruban, Madiun dipenuhi animo masyarakat, murid sekolah beserta guru dan pegawai negeri sipil di kanan kiri jalan..... Mereka bersenjatakan segudang antusiasme dan bendera kecil merah putih yang siap dilambaikan saat Presiden dan rombongan melintas....

Satu terlintas dalam benak saya. Murid-murid dalam gambar di bawah ini benar-benar terlantar dalam pelajaran hanya gara-gara Presiden mau lewat.... Tak bisa dipungkiri bahwa nasionalisme harus dipupuk dari kecil dengan menghormati Presiden, siapapun dia. Karena ia adalah seorang pemimpin yang diberikan kepercayaan untuk mengatur negeri. Prestise, kebanggaan karena bisa 'berdekatan' dengan Presiden? Bisa jadi...

Siswa 'terlantar' karena Presiden mau lewat...

No comments:

Post a Comment