Laman

Wednesday, December 5, 2007

Hujan, Mati Lampu, Tidur Nyenyak, Banjir

SUATU HAL YANG (KADANG) BERSINERGI



Ada perasaan senang bercampur sedih ketika hujan turun. Hati berubah menjadi senang karena tanah yang lama tak merasakan guyuran air hujan kini telah terbasahi oleh derasnya air hujan yang turun dari langit sana, aroma tanah yang tersirami hujan sangat khas menusuk hidung, begitu pula aspal yang tiba-tiba mengeluarkan uap seperti asap itu. Semuanya bisa membuat hati mendadak menjadi melow dan senang. Begitupula dengan udara yang semula panas menyengat kulit yang sudah menghitam ini yang sontak menjadi dingin tatkala tetesan air hujan mulai mendarat di permukaan bumi ini.

Sejuk udara bisa membuat kepala terasa berat, kelopak mata tak kuasa menahan berat bebannya, dan semua seperti hamparan kasur yang luas. Hujan yang turun bisa membuat nafsu tidur kita meningkat berlipat-lipat. Udara yang nyaman untuk membuat kita terlelap dalam tidur nyenyak. Apalagi jika saat hujan cukup deras seringkali terjadi itu yang namanya listrik padam, alias mati lampu padahal tidak hanya lampu yang mati, kulkas, ac, televisi pun mati hehehehe.... Listrik yang padam pun membuat aktivitas kita terpaksa untuk dipinggirkan dulu, dan suasana dingin yang remang-remang malah semakin meningkatkan gairah tidur kita, apalagi jika ada yang menemani hahahaha...

Pikiran sedih dan khawatir pun kerapkali muncul saat hujan ini. Banjir akan menjadi momok paling menakutkan di sebagian kalangan masyarakat yang kerap menerima limpahan air hujan yang tak bisa terserap oleh tanah atau yang tersumbat di sungai yang tersumbat itu. Ya! Banjir adalah salah satu masalah serius yang tak henti-hentinya melanda bangsa ini. Kala kemarau semua kolam penampungan air yang ada kering kerontang, dan saat hujan turun tanah tak sanggup menampungnya.

Semakin sedikit kini tanah resapan air hujan, tempat dimana air hujan bisa langsung menelusup ke kedalaman bumi. Dan semakin banyak lahan yang semula terbuka untuk resapan air itu kini tertutup dengan beton-beton. Sungai yang dulu lebar dan dalam kini menjadi semakin sempit dengan berjubelnya rumah-rumah ditepian sungai dan makin dangkal dengan sumbatan sampah-sampah yang kian hari semakin menggunung. Hutan pun makin kehilangan fungsinya untuk menangkap sebagian air, kini menjadi lahan yang beralih fungsi. Pembalakan liar pun turut memberikan andil terjadinya tanah longsor dan akibatnya alam pun marah. Alam yang dulu sudah tertata rapi oleh-Nya dan sesuai dengan tugasnya masing-masing kini berubah setelah manusia pongah menempatinya....

Hujan.... Perasaan senang dan sedih bercampur saat kau turun....

No comments:

Post a Comment