Laman

Friday, April 10, 2009

Pesta Demokrasi

Pemilu legislatif tanggal 9 April 2009 telah usai. Pesta rakyat lima tahunan telah dijalankan dengan 'sukses'. Hehe.. Aspirasi rakyat pun telah dipungut.. Heh? Dipungut. Lho iya kan! Namanya juga pemungutan suara... Untung bukan pemulungan suara... Hihi..

Setiap orang yang sadar dan mau juga telah menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi ini. Sekarang sudah masuk masa gawat bagi partai politik beserta caleg-calegnya untuk menunggu hasil akhir dari pemilu legislatif ini.

Masa-masa ini sangat menentukan bagi partai apakah mereka akan lolos parliament threshold untuk berebut kursi anggota wakil rakyat. Juga bagi para caleg, apakah caleg tersebut akan melenggang ke gedung dewan atau tertendang dari persaingan. Yang melenggang akan senang.. Yang tertendang mungkin akan menjadi pesakitan di Rumah Sakit Jiwa.. Hehe... Duh, jadi ingat cabup Ponorogo itu ya... Hehe..

Uhm talking-talking tentang pemilu, kemarin ada banyak kejadian lucu di TPS saya, kebetulan saya menjadi saksinya. Hehe..

Salah satu diantaranya adalah pasangan suami istri yang saling mencontek 'contrengan'. Hehe.. Kaya ujian SD aja pake nyontek segala. Ada yang waktu nyontreng lama banget. Mungkin kebingungan mana yang harus dicontreng saking banyaknya nama dan partai, dan tidak satupun yang mereka kenal. Duh. Banyak juga pemilih yang susah melipat kembali kertas suara yang segede gaban itu.

Ada pula yang karena kurang sosialisasi cara pencontrengan, masih tetap menggunakan alat tulis berupa bulpen sebagai alat coblos kertas suara. Hehe.... Biasanya mereka ini adalah golongan pemilih manula yang tetap konsisten dengan cara mencoblos!! Hehe..

Berikutnya yang lebih ekstrem, ada yang sengaja nulis namanya di kolom Caleg yang masih kosong dari salah satu partai dan lantas dicontreng sendiri.. Wah, ini namanya obsesi menjadi caleg nih...

Sementara di TPS sebelah malah ada yang tertukar kertas suara dengan Daerah Pemilihan (Dapil) lain.. Weh, kasus.. kasus...

Ohya, kebetulan kemaren yang alat contreng yang dipakai adalah bulpen dengan tinta merah yang sedikit membuat pusing saat penghitungan suara. Kenapa? Karena coretan merah pada lambang bergambar merah jadi kurang jelas dibaca. Hehe.. Mungkin lain kali pake spidol yang bisa tembus kebelakang aja biar gampang ngeceknya. Haha..

Saya memang telah menduga sebelumnya bahwa dalam pemilu kali ini akan banyak kejadian aneh, lucu dan tak terduga yang bisa membuat mulut tak berhenti menahan tawa. Hihi. Di beberapa situs berita malah ditampilkan kertas suara yang dicorat-coret tidak karuan, ada yang gambar wajah, ditempeli gambar monyet dan di contreng, ditulisi macam-macam, gambar caleg dikasih kumis, jenggot, dll...

Memang manusia Indonesia itu kreatif sekali yak? He.. Lha gimana, wong dikasih kertas segede kertas koran yang hampir separuh badan, masa cuma dikasih tanda kecil sauprit. Iya juga sih.. Haha... Untung ga bawa crayon sama alat lukis sekalian yah...

sumber: foto.detik.com (url)

Btw, ngemeng-ngemeng ada kejadian unik dan lucu apa di TPS anda? Ato jangan-jangan anda malah tidak ikut contreng-mencontreng... Hehe.. Golput...

No comments:

Post a Comment