Laman

Friday, July 18, 2008

Kembaran

KONON DI DUNIA ADA EMPAT KEMBARAN KITA
Mitos Kalau Ketemu Maka Ajal Sudah Dekat


Hehehehe... Ide menulis sudah mulai seret.. Yah, akhirnya mencomot cerita dari yayang tentang sebuah ungkapan di salah satu komik misteri, bahwa sebenarnya di dunia ini dari sekian miliar manusia terdapat empat (ada yang bilang tiga, tujuh, dll, red) kembaran kita. Entah di belahan bumi mana mereka semua berada sekarang.

Dan ada mitos bahwa jika kita bertemu dengan kembaran kita tersebut (tentunya bukan kembaran biologis kita, red) maka itu adalah tanda bahwa ajal sudah mendekat... Hehehe.. Bukan bermaksud mendahului dan memaksakan keyakinan atas apa yang telah digariskan oleh Sang Pemilik Sejati Kehidupan, tetapi inilah realita akibat terlalu sering membaca komik misteri dan mempercayai mitos yang mungkin sejatinya memang berada di luar nalar dan logika manusia.

Bagaimana mungkin cuma sebuah aktivitas pertemuan dengan orang lain yang notabene juga manusia bisa menyebabkan kematian? Hehehe... Kecuali kalau orang tersebut membawa pisau, lantas menancapkannya di dada kita... Itu lain ceritanya...

Bacaan, entah itu berupa cerpen, novel, komik, atau bahkan blog memang bisa menghipnotis para pembacanya. Mempercayai mentah-mentah tanpa disaring terlebih dahulu. Hahaha pernyataan itu memang sepenuhnya benar! Hihi... Bagaimana dengan anda?

Okelah ga perlu lagi membicarakan kasus mitos dan klenik diatas. Cukup berhenti sampai disini saja. Terserah bagaimana pendapat anda. Atau anda punya alasan ilmiah yang masuk akal tentang mitos ini? Silahkan diungkapkan seperlunya saja di kolom komentar.


Hm.. Bicara tentang kembaran, memang tak bisa dipungkiri dari sekian miliar manusia penghuni bumi ini dengan keberagaman dan ciri-ciri fisik yang berlainan dan khas pada masing-masing individu, selalu ada saja kemungkinan kesamaan ciri fisik, entah itu berupa bentuk hidung yang hampir mirip, bentuk bibir, mata alis atau ornamen-ornamen lain yang ada di wajah. Kecuali untuk kasus kembar identik, dimana hampir seluruh ciri fisik mereka hampir serupa karena memang berasal dari satu gen.

Memang manusia berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Kita dengan mudah membedakan manusia satu dan lain dari wajahnya. Wajah manusia bersifat spesifik dan paling mudah untuk diingat. Wajah memiliki ciri-ciri yang paling menonjol diantara anggota tubuh yang lain. Berbeda dengan binatang, taruh saja kucing. Wajah kucing ya begitu-begitu saja. Tak ada yang bisa membedakan kucing satu dengan yang lain secara kasat mata. Itulah keajaiban wajah manusia.

Waduh, lagi-lagi cerita tentang kemiripan, seperti posting sebelum ini tentang kemiripan nama... Heheh gak papa ya... Belum bosan kan? Apa jadinya bila banyak dari kita yang memiliki wajah hampir serupa, meski lahir dari rahim yang berbeda. Wah.. Bakal sangat repot urusan administrasi KTP, SIM, dan masalah kependudukan lainnya.. Hahaha... Akan sering ditemui juga keliru pasangan sendiri.

Inilah mungkin tujuan dari Sang Pencipta yang telah menciptakan kita dalam keadaan yang berbeda, entah itu ras, bangsa, warna kulit, dan ciri fisik lainnya supaya kita saling mengenal.

Ada sedikit cerita unik, entah kebetulan atau tidak saya kurang tahu pasti. Begini, ada salah seorang teman cewek saya, Yeni bukan nama sebenarnya, yang wajahnya mirip dengan salah seorang pegawai warung nasi di dekat kampus ITS. Dan barusan di kantor DepKeu Perak Surabaya saya menemui seseorang pendaftar CPNS DepKeu yang wajahnya mirip sekali dengan salah seorang pegawai warung nasi yang letaknya juga di dekat kampus ITS. Hehe... Apa saya boleh mengambil hipotesis awal, orang ketiga akan kembar juga dengan pegawai warung nasi lagi? Hahahaha.... Apa karena saya keseringan ngandok di warung nasi ya??? Wkwkwkwkwkwkwk....

Ohya, apakah anda punya kembaran atau malah pernah ketemu dengan kembaran (bukan kembar identik, red) anda?? Bagaimana ceritanya? Hm.. Jangan-jangan anda memang kembar identik dengan saudara kembar anda? Atau anda boleh cerita punya kemiripan dengan artis siapa, cepetan ikutan ASAL gih! Hehe..

Sumber foto: entah

No comments:

Post a Comment